Gorontalo ( Faktahukum Id.), Persiapan Pekan Nasional Petani Nelayan di Gorontalo menghadapi persoalan serius terkait minimnya dukungan operasional. Di tengah tuntutan sebagai agenda nasional, pelaksanaan di lapangan justru bertumpu pada kemampuan terbatas dari tim kerja.
Tim Kerja dari unsur KTNA berkat kerja sama dengan Ketua-Ketua KTNA Kabupaten Kota Se Provinsi Gorontalo, tetap menjalankan tugas dari sekretariat sederhana dengan fasilitas terbatas.
Mereka menangani berbagai aspek penting, mulai dari perencanaan, koordinasi peserta, hingga publikasi, tanpa dukungan anggaran yang memadai.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada jalannya persiapan. Aktivitas berlangsung tidak optimal dan kerap menghadapi kendala teknis. Namun, seluruh pekerjaan tetap dijalankan meski dalam tekanan keterbatasan.
Sebagian besar kebutuhan operasional ditutupi melalui swadaya. Bahkan, operasional sekretariat tetap berjalan karena kontribusi pribadi Ketua KTNA Provinsi Gorontalo, H. Arjun Mogulaingo, S.H., yang membiayai kebutuhan dasar secara terbatas.
Situasi ini memunculkan pertanyaan terkait komitmen dukungan terhadap agenda nasional di daerah. Hingga saat ini, beban kerja masih bertumpu pada tim terbatas tanpa pembagian peran yang merata.
Ketua KTNA Provinsi Gorontalo, H. Arjun Mogulaingo, S.H., menegaskan, keterbatasan bukan alasan untuk menghentikan persiapan.
“Yang dibenak kami, PENAS harus sukses, karena membawa nama baik daerah,” tegas H. Arjun.
Meski menghadapi berbagai kendala, Tim Kerja KTNA tetap memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan. Fokus utama tetap pada keberhasilan pelaksanaan PENAS di Gorontalo, meskipun dukungan yang diharapkan belum sepenuhnya terealisasi.
( Ismail Js Gobel )
