Palembang ( faktahukum.id ), Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Musirawas, Johan Baihaki, resmi menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2026–2031 dalam acara pelantikan pengurus yang digelar di Gedung Sultan Convention Center, Palembang, Jumat (5/6/2026).
Momentum pelantikan tersebut menjadi titik awal bagi kepengurusan baru DPD PSI Musirawas untuk melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh dan memperkuat struktur partai hingga tingkat desa sebagai strategi menghadapi agenda politik mendatang, khususnya Pemilu 2029.
Johan Baihaki menegaskan bahwa penguatan organisasi dari tingkat kabupaten hingga desa merupakan fondasi utama dalam membangun partai yang solid, modern, dan mampu menjawab tantangan politik yang semakin dinamis.
“Langkah pertama yang akan kami lakukan adalah konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Kami ingin memastikan struktur partai mulai dari DPD, DPC hingga DPRT berjalan efektif, aktif, dan memiliki program kerja yang jelas.
Dengan struktur yang kuat, PSI akan semakin siap menjalankan fungsi politik dan sosial di tengah masyarakat,” ujar Johan.
Menurut Johan, keberhasilan sebuah partai tidak hanya ditentukan oleh kepengurusan di tingkat kabupaten, tetapi juga oleh kekuatan jaringan organisasi di tingkat kecamatan dan desa. Karena itu, kepengurusan baru akan fokus pada penguatan kelembagaan, kaderisasi, pendidikan politik, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia partai.
“Kami ingin PSI menjadi rumah besar bagi masyarakat yang memiliki semangat perubahan.
Kaderisasi menjadi prioritas utama agar lahir kader-kader yang berintegritas, memiliki kapasitas, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” katanya.
Selain memperkuat internal organisasi, DPD PSI Musirawas juga akan meningkatkan komunikasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kalangan pemuda, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, hingga komunitas sosial yang tersebar di wilayah Musirawas.
Sementara itu, Ketua Harian DPD PSI Musirawas, Budi Caksono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mempercepat konsolidasi organisasi di seluruh wilayah Kabupaten Musirawas.
“Kami akan melakukan pendataan dan evaluasi struktur kepengurusan di tingkat kecamatan dan desa. Tujuannya agar seluruh jajaran partai dapat bekerja secara optimal, terkoordinasi, dan memiliki semangat yang sama dalam membesarkan PSI di Musirawas,” ujarnya.
Menurut Budi, penguatan organisasi tidak cukup hanya melengkapi struktur kepengurusan, tetapi juga memastikan setiap pengurus memahami tugas dan tanggung jawabnya sebagai representasi partai di tengah masyarakat.
“Kami ingin organisasi ini benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setiap kader harus menjadi jembatan antara partai dan warga dalam menyampaikan aspirasi maupun membantu menyelesaikan persoalan di daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Budi menambahkan bahwa PSI akan mendorong kader untuk aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan politik, dan program pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk nyata kehadiran partai di tengah kehidupan warga.
“Kami ingin masyarakat melihat PSI hadir secara konsisten, bukan hanya saat momentum politik. Dengan keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, kepercayaan publik akan tumbuh dan hubungan partai dengan masyarakat semakin kuat,” tambahnya.
Dengan semangat kepengurusan baru periode 2026–2031, DPD PSI Musirawas optimistis dapat memperluas jaringan organisasi hingga seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Musirawas. Konsolidasi yang berkelanjutan diyakini menjadi modal penting untuk memperkuat eksistensi partai sekaligus meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029 mendatang.
Penulis: Budi Caksono
