Boyolali – jawa Tengah. Faktahukum. Id
27/02/2026
Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali menggelar pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek) strategis guna memperkuat ketahanan pangan daerah. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Dispertan pada Kamis (26/02/2026) ini difokuskan pada pengembangan potensi budidaya Singkong Gajah.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran internal Dispertan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), delapan Kepala Desa, serta pengurus Gapoktan dari enam kecamatan, yaitu Kecamatan Musuk, Teras, Ampel, Tamansari, Gladaksari, dan Mojosongo.
Kepala Dispertan Kabupaten Boyolali, Ir. Suyanta, S.P., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa agenda ini bertujuan memberdayakan petani demi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Hal ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat dalam penguatan ketahanan pangan dan swasembada pangan.
Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran semua pihak, khususnya Koperasi Berkah Wali dari Temanggung yang telah berbagi informasi dan pemaparan mengenai budidaya Singkong Gajah. Harapannya, peserta dapat menjadi petani yang cerdas, mandiri, dan sejahtera,” ungkap Ir. Suyanta.
Sebagai tahap awal, budidaya ini akan dijadikan proyek percontohan di lima kecamatan. Jika menunjukkan hasil yang bagus dengan pasar yang menjanjikan, cakupan budidaya akan diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Boyolali.
Potensi Internasional dan Teknik Budidaya
Hadir sebagai narasumber, Ahmad Mukhlis dari Koperasi Berkah Wali Temanggung (yang juga pengurus Sekber Wartawan Indonesia DPW Jateng), memaparkan sejarah luar biasa Singkong Gajah. Varietas ini merupakan hasil riset Prof. Dr. Ristono (Samarinda, 1992) dan pernah meraih peringkat ke-3 dalam ajang internasional Lee Kuan Yew Global Business Plan Competition di Singapura.
Ahmad menekankan pentingnya mengikuti petunjuk teknis asli dari sang penemu untuk mencapai hasil maksimal hingga 50 kg per pohon.
“Mulai dari pembibitan harus dilakukan treatment (pemurnian dan penjernihan) agar kualitas rasa dan mutu tidak pudar. Pengolahan lahan, pemupukan, hingga perawatan harus sesuai SOP. Kami akan mengawal dan mendampingi dari hulu sampai hilir,” jelas Ahmad Mukhlis. Kamis (27/02/2026)
Para peserta tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab. Mereka berharap wawasan baru mengenai varietas unggul ini dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan ekonomi keluarga petani di Boyolali.
Byy. Slmt
