BATHIN SOLAPAN, Faktahukum.id – Suasana reses Masa Sidang IV Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dari Fraksi Gerindra, Hendrik Firnanda Pangaribuan, di D Kecamatan Bathin Solapan, dari tanggal 8-13 februari 3026.berlangsung penuh dinamika. warga hadir dan secara terbuka menyampaikan berbagai persoalan mendasar yang hingga kini dinilai belum tersentuh maksimal oleh pembangunan daerah.
Dalam forum dialog terbuka tersebut, Hendrik menegaskan bahwa dirinya tidak ingin aspirasi masyarakat hanya menjadi formalitas tahunan.
“Saya tidak ingin ada lagi aspirasi masyarakat yang hanya dicatat lalu hilang tanpa realisasi. Setiap usulan yang masuk hari ini akan saya kawal sampai pembahasan dan penetapan APBD. Kalau perlu, akan saya perjuangkan di forum Banggar,” tegasnya.
Ia juga menyinggung bahwa wilayah Bathin Solapan sebagai kawasan berkembang harus mendapat perhatian proporsional dalam kebijakan anggaran.
“Pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk di Bathin Solapan terus meningkat. Tidak adil jika infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, drainase, dan penerangan masih tertinggal. Pemerataan pembangunan harus benar-benar diwujudkan, bukan hanya slogan,” ujarnya dengan nada tegas.
Sejumlah persoalan krusial yang disampaikan warga meliputi:
Jalan lingkungan rusak dan belum tersentuh semenisasi
Drainase tidak berfungsi maksimal sehingga memicu banjir
Minimnya penerangan jalan umum
Keterbatasan akses permodalan bagi UMKM
Penyaluran bantuan sosial yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran
Hendrik menyatakan seluruh aspirasi tersebut akan dimasukkan dalam Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD dan menjadi prioritas dalam pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027.
“Kalau kita serius ingin masyarakat sejahtera, maka kebijakan anggaran harus berpihak pada kebutuhan riil warga. Saya akan berdiri bersama masyarakat untuk memastikan itu,” tutupnya.
Reses yang berlangsung hampir tiga jam tersebut menjadi forum konsolidasi antara wakil rakyat dan konstituen, sekaligus penegasan sikap politik bahwa pembangunan harus lebih merata dan terukur.
Red //
