Kabupaten Gorontalo ( Faktahukum. Id.),Ketua DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Gorontalo, Ramli Lausupu, mendorong agar universitas-universitas di Gorontalo memiliki peran yang lebih strategis dan terukur dalam pembangunan desa, khususnya melalui pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di sektor ketahanan pangan.
Ramli menegaskan, pendampingan ini utamanya diarahkan kepada desa-desa yang pada tahun 2025 telah melakukan penyertaan modal BUMDes untuk program ketahanan pangan, dengan skema pilot project satu desa di setiap kecamatan dan pendampingan dilakukan secara penuh.
> “Kami ingin universitas tidak hanya hadir secara formal, tetapi benar-benar menjalankan peran akademiknya di desa. Pendampingan BUMDes ini menjadi ruang aktualisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi agar berdampak nyata bagi daerah, khususnya bagi desa,” ujar Ramli Lausupu.
Menurutnya, keterlibatan akademisi melalui riset terapan, pengabdian kepada masyarakat, pendampingan manajemen usaha, hingga inovasi teknologi pangan desa akan memperkuat kapasitas BUMDes dan memastikan penyertaan modal desa dapat dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan akuntabel.
LAUSUPU menambahkan, program kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model “kampus berdampak untuk desa”, di mana universitas memperoleh ruang praktik akademik yang relevan, sementara desa mendapatkan manfaat langsung berupa peningkatan produktivitas usaha, nilai tambah komoditas pangan, serta peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Lebih lanjut, APDESI Merah Putih Kabupaten Gorontalo mendorong agar skema pendampingan ini diformalkan melalui nota kesepahaman (MoU) antara universitas, pemerintah desa, dan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo, sehingga terintegrasi dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
*Tagline Program*
“Kampus Berdampak untuk Desa”
Sinergi Akademik untuk Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Pangan Desa
Narasi Program
Program “Kampus Berdampak untuk Desa” merupakan inisiatif kolaboratif antara perguruan tinggi dan pemerintah desa di Kabupaten Gorontalo untuk menghadirkan peran nyata akademisi dalam pembangunan desa. Program ini menempatkan desa sebagai ruang aktualisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pendampingan penuh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di sektor ketahanan pangan.
Pendampingan difokuskan pada desa-desa yang telah melakukan penyertaan modal BUMDes pada tahun 2025, dengan skema pilot project satu desa di setiap kecamatan. Universitas berperan aktif dalam riset terapan, pendampingan manajemen usaha, inovasi produksi pangan, penguatan tata kelola keuangan, hingga strategi pemasaran berbasis potensi lokal desa.
Melalui program ini, universitas tidak hanya berkontribusi secara akademik, tetapi juga menghasilkan dampak langsung bagi daerah, berupa penguatan ekonomi desa, peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), serta terbangunnya model BUMDes ketahanan pangan yang profesional dan berkelanjutan. Keberhasilan pilot project diharapkan menjadi model replikasi bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Gorontalo.
( Ismail Gobel )
