Fakta Hukum.Id
Sungai Penuh Keluhan warga kembali mencuat terkait pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Kota Sungai Penuh. Seorang tokoh masyarakat dari empat desa di Sungai Liuk, Kecamatan Pesisir Bukit, Epaldi, menyampaikan keberatannya atas tertutupnya akses jalan menuju lahan pertanian akibat tumpukan material proyek.
Material tersebut diketahui berasal dari pembangunan gedung Taman Kanak-Kanak (TK) di bawah Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, yang dikerjakan oleh pihak kontraktor atau CV pelaksana.
Menurut Epaldi, akses jalan yang tertutup material proyek sangat mengganggu aktivitas petani yang menggantungkan ekonomi dari hasil pertanian. Ia menyebut kondisi tersebut sudah meresahkan warga, hingga membuatnya menyampaikan keluhan secara terbuka melalui akun Facebook.
“Kami atas nama petani di seputaran proyek merasa keberatan dengan ditutupnya akses jalan menuju ladang. Ada tumpukan material bangunan yang menutup jalan kami menuju ladang,” tegasnya.
Epaldi meminta pihak terkait, terutama kontraktor pelaksana, untuk segera memindahkan material ke lokasi yang tidak mengganggu jalur warga. Ia menilai bahwa material proyek seharusnya dapat ditempatkan di pinggir jalan menuju Puskesmas Sungai Liuk agar akses petani tetap terbuka dan tidak menghambat proses pengangkutan hasil tani.
“Apasalahnya ditaruh di pinggir jalan menuju Puskesmas Sungai Liuk, itu tidak mengganggu akses kami. Kami mohon pihak terkait segera bertindak, karena kami akan membawa hasil tani kami dari ladang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa para petani sangat berharap pemerintah dan kontraktor menanggapi keluhan ini secepatnya. Jalan menuju ladang merupakan urat nadi ekonomi masyarakat setempat, sehingga penutupan akses akibat proyek pembangunan dinilai sangat merugikan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut.
Penulis : Deddy
Editor : St. Aisyah
