GOWA – Kondisi memprihatinkan ruas jalan alternatif penghubung Kabupaten Gowa–Sinjai di Desa Bolaromang, Kecamatan Tombolo Pao, kembali menuai perhatian publik. Jalur yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga pegunungan itu dilaporkan semakin rusak dan mulai sering menimbulkan kecelakaan.
Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan banyaknya lubang serta badan jalan yang terkikis. Dalam beberapa pekan terakhir, insiden pengendara terjatuh disebut kian berulang. Masyarakat pun mendesak adanya langkah cepat dari pemerintah sebelum korban bertambah.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gowa, Rusdy Ardiyanto, membenarkan bahwa ruas tersebut memang membutuhkan penanganan serius. Bahkan, kata dia, pemerintah daerah sebelumnya telah merancang perbaikan menyeluruh melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK).
Namun rencana itu harus pupus.
“Ruas Bolaromang sebenarnya sudah masuk usulan DAK 2025 supaya bisa dituntaskan. Tetapi karena kebijakan efisiensi anggaran dari pusat, alokasi tersebut dinolkan,” jelas Rusdy.
Akibat pembatalan itu, Pemkab Gowa kini harus memutar otak. Perbaikan tetap berjalan, tetapi menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) yang nilainya jauh lebih terbatas dan harus dibagi untuk kebutuhan infrastruktur di 18 kecamatan.
Dengan kondisi tersebut, tahun ini pengerjaan belum bisa menyentuh seluruh ruas.
“Kita tangani dulu sekitar 1 kilometer sebagai prioritas awal,” tambahnya.
Besarnya kebutuhan anggaran memang menjadi tantangan tersendiri. Wilayah Tombolo Pao yang berada di dataran tinggi menuntut konstruksi dengan spesifikasi kuat agar tahan terhadap cuaca dan kontur tanah. Untuk satu kilometer saja, biaya diperkirakan berada di kisaran Rp1,5 hingga Rp1,6 miliar, tergantung kondisi lapangan.
Situasi ini membuat pemerintah berharap adanya dorongan kuat dari bawah. Usulan melalui Musrenbang kecamatan diminta menempatkan ruas Bolaromang sebagai prioritas utama. Selain itu, peran anggota DPRD dari daerah pemilihan setempat juga dinilai penting agar mendapatkan bobot lebih dalam pembahasan anggaran.
Pemkab Gowa memastikan tetap memberi perhatian terhadap jalur perbatasan tersebut. Sementara proses perbaikan dilakukan secara bertahap, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas demi menghindari kecelakaan.
Sumber : Allank
Editor : Tim Redaksi
