PasamanBarat//Fakatahukum.id. Jembatan penghubung Jorong Rojang, Nagari Situak Barat, Kecamatan Lembah Melintang-Pengambiran mengalami rusak parah. Sejumlah batang kelapa digunakan sebagai akses darurat, warga meminta Pemerintah jangan hanya diam. 29/5/2026. Provinsi Sumatra Barat.
Penggunaan sejumlah batang kelapa merupakan langkah antisipasi warga untuk mengatasi akses jalan yang hampir terputus di Jorong Rojang, Nagari Situak Barat, Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat.
Jembatan Penghubung Kecamatan itu ternyata telah mengalami dua kali perbaikan secara swadaya oleh masyarakat setempat, hingga saat ini kondisi jembatan masih membutuhkan upaya preventif demi keselamatan warga, terutama bagi pelajar yang melintas.
Pasalnya, ditaksir hampir satu tahun kondisi demikian dibiarkan tanpa ada perbaikan dari Pemerintah setempat, selain keadaan lapuk dan berlubang posisi jembatan yang licin kerap mengancam keselamatan warga dan pelajar.
Menurut Irul pada 28 Mei 2026, salah seorang warga itu mengungkapkan, bahwa jembatan tersebut merupakan akses vital bagi perekonomian masyarakat, tidak hanya berdampak terhadap aktivitas pekerjaan, namun juga merambah kepada kegiatan pelajar saat menggunakan jalan.
“Hampir satu tahun kami menunggu perhatian Pemerintah namun hingga saat ini masih terlihat enggan melakukan perbaikan, hingga kami terpaksa menggunakan sejumlah batang kelapa sebagai lantai jembatan untuk antisipasi sementara”, ucapnya.
Saat di konfirmasi (PLT) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Bambang Sumarsono pada 28 mei 2026 sekira pukul 22.00 WIB, menegaskan, bahwa Pemerintah daerah akan mengupayakan perbaikan jembatan tersebut,
Ia juga menyampaikan kalau dinas PUPR saat ini sedang melakukan tahap pembuatan perencanaan, yang kemungkinan akan direalisasikan pada bulan Juni tahun 2026.” Insyaallah dalam bulan Juni kami laksanakan perbaikannya pak, saat ini kami masih dalam tahap pembuatan perencanannya pak”, ujar Bambang.
Hingga saat ini ratusan pelajar setiap hari terpaksa bertaruh nyawa diatas tumpuan batang kelapa, warga berharap pemerintah daerah mampu menjadi win solution ditengah kesulitan masyarakat.
Penulis. Hamidan
