Gorontalo Utara, Faktahukum.id –26 April 2026 — Sebanyak 592 kelompok tani yang mewakili 5.920 petani dan nelayan di Kabupaten Gorontalo Utara memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Gorontalo Utara, Sabtu (26/4). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi perekonomian melalui sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan kehutanan.
Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, didampingi Wakil Bupati Nurjana Hasan Yusuf, Sekretaris Daerah Suleman Lakoro, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Utara.

Penyerahan penghargaan diawali oleh Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gorontalo Utara, Ismail Udin, didampingi Sekretaris KTNA Efendi Dali, SH, kemudian dilanjutkan oleh perwakilan kelompok tani dari 11 kecamatan dan 123 desa di Gorontalo Utara.
Para penerima manfaat terdiri atas petani sawah, petani lahan kering, Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok tani hutan, peternak, nelayan tangkap dan budidaya, serta kelompok pemuda tani mandiri.
Ketua KTNA Gorontalo Utara menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diberikan melalui proses penilaian, sosialisasi, dan rembug tani-nelayan di seluruh kecamatan. Proses itu dilakukan secara independen tanpa melibatkan unsur pemerintah daerah maupun aparat kecamatan dan desa, guna memastikan objektivitas penilaian.
Menurut KTNA, penghargaan diberikan karena pemerintah daerah dinilai menunjukkan keberpihakan nyata terhadap pembangunan pertanian berkelanjutan sejak 2019 melalui program unggulan SAKTI (Sejengkal Tanah Takdir Ilahi) yang mencakup bidang pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan.
Program tersebut disebut telah mendorong peningkatan produksi sejumlah komoditas strategis. Produksi padi meningkat dari 25.100,57 ton pada 2023 menjadi 31.084 ton pada 2025. Produksi jagung naik dari 177.005,69 ton pada 2023 menjadi 289.339,43 ton pada 2025. Sementara produksi durian meningkat dari 10.949 kuintal pada 2023 menjadi 13.369 kuintal pada 2025.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Gorontalo Utara pada 2024 tercatat sebesar 4,18 persen dan meningkat menjadi 5,79 persen pada 2025. Capaian tersebut dinilai melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama.
Faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah gagasan pengembangan ekonomi daerah melalui program G-2-10 Plus, yang dinilai berhasil menarik perhatian pemerintah pusat. Melalui konsep tersebut, Kementerian Pertanian disebut mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 triliun untuk program hilirisasi peternakan unggas terintegrasi.
KTNA menilai pembangunan pabrik pakan unggas di Gorontalo Utara akan berdampak besar terhadap stabilitas harga jagung, peningkatan kesejahteraan petani, serta pemenuhan kebutuhan pakan ternak di Sulawesi dan Indonesia Timur.
Melalui penghargaan ini, para petani dan nelayan menyampaikan rasa syukur serta penghormatan kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara atas berbagai kebijakan dan terobosan yang dinilai memberi manfaat nyata bagi masyarakat di sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan kehutanan.
Penulis: Ismail Gobel
