TEGAL –Jateng fakta hukum. Id. 12/04/2026 , Bendungan Cipero yang berada di Dusun Cipero, Desa Kedungjati, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dilaporkan jebol pada (14/3) malam. Kini,

Warga mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan guna mengantisipasi bahaya banjir yang mengancam pemukiman serta lahan pertanian di wilayah perbatasan Tegal-Pemalang.

Bendungan yang berfungsi mengatur aliran Kali Rambut menuju kawasan Babadan Kedungkelor itu tidak mampu menahan debit air setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut.
Menurut keterangan Fahri (35), penjaga pintu air Bendungan Cipero, peristiwa jebolnya bendungan terjadi pada pukul 23.00 WIB, saat kondisi hujan masih mengguyur dengan intensitas sedang hingga tinggi.
“Ketinggian air saat itu mencapai 140 cm. Kemungkinan bendungan sudah tidak kuat menahan luapan air,” ujar Fahri kepada wartawan, Senin (15/3).
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, air yang keluar dari jebolnya bendungan ini menyebabkan banjir
Warga sekitar menyampaikan kekhawatirannya dan berharap pemerintah kabupaten segera bertindak. Salah satu warga, wanto (48), petani asal Dusun Cipero, mengaku was-was dengan kondisi saat ini.
“Sudah dua hari ini hujan terus. Kalau bendungan tidak segera diperbaiki, air bisa meluap ” ujar Slamet dengan nada cemas.
Senada dengan itu, Tini (52), warga Desa Kedungjati, menilai perbaikan bendungan adalah prioritas utama.
“Kalau air meluap kami selalu khawatir. Sekarang jebol, jelas sangat membahayakan. Harus segera di perbaiki ,” katanya.
Warga berharap agar perbaikan darurat segera dilakukan sebelum musim puncak hujan tiba.
Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi pihak terkait untuk mengevaluasi kondisi infrastruktur pengendali banjir, khususnya di wilayah rawan luapan air .
(Slmt)
