BAGANSIAPIAPI ( faktahukum .id ), Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di pusat kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), memicu kemarahan warga, terutama di tengah momen Hari Raya Lebaran 2026. Antrean panjang yang mengular hingga ke bahu jalan membuat aktivitas warga terganggu, sementara harga BBM di tingkat eceran melambung tinggi hingga Rp25.000 per liter.
Menyikapi krisis ini, Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Penegak Keadilan Republik Indonesia (LSM KPK RI) Kabupaten Rokan Hilir menyoroti tajam kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil. Ketua LSM KPK RI Rohil, Junaidi S., mendesak Bupati Rokan Hilir segera mengambil langkah taktis dengan mengaktifkan kembali SPBU milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang saat ini dalam keadaan “mati suri” atau tidak beroperasi.
“Ini momen Lebaran, kebutuhan BBM meningkat drastis. Sangat ironis jika masyarakat harus mengantre berjam-jam bahkan kesulitan mendapatkan BBM, sementara kita punya SPBU BUMD yang justru tidak berfungsi. Kami desak Bupati segera bertindak, aktifkan kembali SPBU BUMD tersebut,” ujar Junaidi S. dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
Menurut Junaidi, krisis ini terjadi karena ketergantungan pada satu-satunya SPBU yang beroperasi di Jalan Bintang, Bagansiapiapi. Ketidakmampuan satu SPBU melayani lonjakan warga luar dan aktivitas warga lokal menyebabkan antrean yang mengular panjang.
Lebih lanjut, Junaidi menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat menengah ke bawah. Akibat kelangkaan, warga terpaksa membeli minyak eceran dengan harga yang fantastis, berkisar Rp20.000 hingga Rp25.000 per liter.
“Masyarakat Bagansiapiapi sudah cukup menderita dengan antrean panjang dan harga eceran yang mencekik. Jika SPBU BUMD diaktifkan, ini akan sangat membantu memecah antrean dan menjamin pasokan BBM untuk warga. Jangan biarkan BUMD ‘mati suri’ di saat masyarakat membutuhkan,” tegasnya.
LSM KPK RI Rohil menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada solusi konkret dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir agar kelangkaan BBM tidak kembali terulang dan roda ekonomi warga kembali normal.
( Ibrahim )
